MEMBACA ISU GEOPOLITIK
Isu geopolitik mengenai Timur Tengah atau negara-negara lain yang pemerintahannya sedang bergolak seperti Korsel dan Prancis yang pemimpinnya (presiden dan perdana menteri) diimpeach oleh parlemen masing-masing adalah isu milik masing-masing kawasan tersebut. Isu yang biasanya sensitif dan terkadang cukup berpengaruh terhadap Indonesia adalah peristiwa yang terjadi di Timur Tengah. Padahal, di saat yang bersamaan, Indonesia sebenarnya sedang baik-baik saja, tetapi karena isu geopolitik yang beredar ditambah dengan pembahasan yang tidak sepenuhnya "an sich" membahas isu geopolitik itu sendiri, membuat situasi yang sebenarnya terkadang tidak berhubungan secara langsung dengan Indonesia menjadikan isu geopolitik tersebut jadi cukup terasa memiliki pengaruh di Indonesia.
Dalam waktu sekitar seminggu semenjak pemerintah Suriah runtuh, berita terkait hal tersebut sudah beredar luas di berbagai media. Sampai saat ini, terbaca ada secuil kekhawatiran dari segelintir kalangan kalau isu geopolitik tersebut akan berdampak pada situasi dalam negeri. Kekhawatiran tersebut sebenarnya wajar saja, tetapi selagi tidak ada relasi secara langsung antara pihak yang terlibat dalam setiap isu geopolitik yang beredar dengan Indonesia, maka sudah sewajarnya kekhawatiran tersebut dikurangi karena pengaruh yang sampai di Indonesia biasanya cenderung minimum. Beda cerita kalau memang ada relasi secara langsung antara pihak yang terlibat tersebut dengan Indonesia, maka kekhawatiran atau mungkin kewaspadaan menjadi diperlukan.
Siapa pun yang mempelajari fenomena Arab Spring dengan sendirinya akan dapat melihat betapa informasi yang beredar sedemikian berpengaruh terhadap situasi kawasan. Level pengaruh yang ada bahkan bisa sampai di tingkat membuat pemerintahan yang sedang berkuasa runtuh. Kalau dibaca lebih lanjut akan didapati bahwa hal tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya disebabkan dari berita atau informasi yang beredar saja, tetapi bisa jadi karena memang sudah terdapat semacam kerapuhan dan problem menahun yang (tidak terdeteksi) terjadi di dalam negeri, sehingga informasi mengenai terdapatnya cara hidup di luar yang selama ini dipakai membuat dunia Arab perlahan bergolak. Sebenarnya, to be fair, hal tersebut tidak hanya dialami oleh dunia Arab saja, kawasan lain pun juga sempat mengalami hal yang sama.
Sebelumnya, dengan berita atau informasi yang terbatas, manusia dapat hidup sebagaimana biasa. Namun, melihat dunia yang menjadi sedemikian terhubung dengan berbagai faktor pendorong yang ada, membuat manusia perlu paling tidak mempersiapkan diri atau kadang dengan sedikit terpaksa beradaptasi dengan dunia yang sedang berubah di mana level kecepatan perubahan yang terjadi belum pernah sepenuhnya dialami oleh manusia sepanjang sejarah. Pada abad pertengahan, perlu waktu bertahun-tahun bagi seseorang untuk mengetahui hal yang terjadi di luar kawasan tempat tinggalnya. Sejarah mencatat tokoh seperti Ibnu Batutah, Christopher Colombus, Vasco da Gama, Cheng Ho dan lain-lain perlu waktu sekian tahun untuk sampai pada pengetahuan soal dunia di luar kawasan dimana mereka tinggal.
Sekarang dunia sudah dan terus berubah. Berita atau informasi yang tersedia sungguh tidak terbatas dan dapat diketahui dengan begitu cepat. Sebagai contoh, unggulnya Trump pada pemilu Amerika Serikat dapat langsung diketahui seketika saat penghitungan jumlah hasil vote selesai dikerjakan. Oleh karena itu, kecakapan dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi menjadi penting untuk dimiliki. Dulu saat akses informasi masih baru terbuka secara luas, hal yang dihadapi oleh manusia di antaranya adalah bagaimana cara menyaring informasi. Namun dengan informasi yang sungguh tidak terbatas manusia menjadi kewalahan untuk melakukan hal tersebut sehingga di antara yang perlu dipelajari bergeser menjadi misalnya nalar prioritas dan bagaimana cara melakukan verifikasi secara mandiri.
Mengenai pengaruh dari isu geopolitik yang terjadi di kawasan lain menjadi tidak perlu ada kekhawatiran berlebih. Indonesia sudah terbiasa dengan informasi dan berita dengan berbagai suasana. Berita yang sangat ekstrem sekali pun seperti dunia akan kiamat di tahun sekian sudah pernah ada dan pada kenyataannya dapat dilalui dengan wajar. Beberapa waktu lalu Elon Musk juga secara spesifik menyebut Singapura dan beberapa negara lain sedang menuju kepunahan. Kalkulasi yang kemudian menjadi prediksi memang merupakan salah satu fungsi ilmu pengetahuan, tetapi prediksi yang terlalu ekstrem seperti kiamat atau punahnya suatu bangsa, biasanya paling banter hanya menjadi pengingat dan tidak pernah terjadi sampai benar-benar sudah tiba saatnya.
Komentar
Posting Komentar