MUSYAWARAH BERSAMA NU MUSLIMAT DAN FATAYAT RANTING SUKOSARI
Foto: Pengurus NU Ranting Sukosari periode 2016-2021 dinyatakan demisioner oleh MWC NU Babadan
Ponorogo—Hari Ahad 3 Oktober 2021 kemarin NU Ranting Sukosari beserta dua
banomnya yaitu Muslimat dan Fatayat telah melaksanakan kegiatan Musyawarah
Bersama dalam rangka pemilihan pengurus baru sekaligus Laporan
Pertanggungjawaban pengurus lama. Kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara
bersamaan karena ketiga organisasi tersebut telah habis masa jabatannya dalam
waktu yang hampir bersamaan. Sesuai dengan SK Kepengurusan, masa jabatan NU
Ranting Sukosari periode 2016-2021 telah habis pada tanggal 1 Oktober 2021,
sementara masa jabatan Muslimat NU Ranting Sukosari periode 2015-2019 telah
habis pada tanggal 29 Maret 2019 namun belum sempat melaksanakan konferensi
karena berbagai kendala, begitupun dengan masa jabatan Fatayat NU Ranting
Sukosari periode 2017-2021 juga akan habis pada tanggal 21 Oktober 2021.
Kegiatan Musyawarah Bersama tersebut dilaksanakan di Kompleks Masjid Darut
Taqwa. Kegiatan dimulai dengan acara pembukaan yang dilaksanakan di gedung MTs
Ma’arif Sukosari pada pukul 08.00. Acara tersebut dihadiri oleh Pengurus Harian
dari MWC NU Babadan, Ancab Muslimat NU Babadan, dan Ancab Fatayat NU Babadan. Selain
itu turut hadir pula perwakilan pejabat pemerintah desa, pengurus lama dari
ketiga organisasi tersebut, Bapak Sabarudin selaku Pimpinan Ranting
Muhammadiyah Sukosari, serta Ta’mir Masjid dan Mushola yang ada di desa
Sukosari. Acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH. Moh.
Zaini yang merupakan Katib Syuriah NU Ranting Sukosari dan ditutup dengan do’a
oleh KH. Romdloni Fahrur yang merupakan Ra’is Syuriah MWC NU Babadan sekaligus
pengasuh PP. Ali Muttaqin Patihan Wetan. Berlaku sebagai MC pada acara tersebut
adalah Afroyina Zulfa yang merupakan Ketua IPPNU Ranting Sukosari. Setelah
pembacaan tahlil dan do’a, acara dilanjutkan dengan pembukaan Musyawarah
Bersama yang secara resmi dibuka oleh KH. Abdurrohim, M.Pd.I. selaku Ketua
Tanfidziyah MWC NU Babadan.
Foto: Apel Pagi GP Ansor dan Banser Ranting Sukosari dipimpin oleh
Kasatkorkel Sahabat Syukri Zamroni
Foto: Banser Sukosari siap mengawal Musyawarah Bersama
Foto: Peserta Musyawarah Bersama dan tamu undangan menyanyikan Indonesia
Raya dan Mars Syubbanu al-Wathon
Usai acara pembukaan kegiatan Musyawarah Bersama dilaksanakan, ketiga
organisasi tersebut kemudian dipersilahkan untuk menempati lokasi kegiatannya
masing-masing. Musyawarah NU Ranting Sukosari tetap berada di gedung MTs
Ma’arif Sukosari, sementara Konferensi Ranting Muslimat NU Sukosari
dilaksanakan di serambi Masjid Darut Taqwa, dan Rapat Anggota Ranting Fatayat
NU Sukosari bertempat di gedung Play Group At-Thoyyibah. Di tempat terpisah,
secara bersamaan NU, Muslimat, dan Fatayat Ranting Sukosari melaksanakan
kegiatan yang sama yaitu pembacaan LPJ, pernyataan demisioner untuk pengurus
lama oleh MWC NU Babadan, Ancab Muslimat NU Babadan, serta Ancab Fatayat NU
Babadan dan dilanjutkan dengan pemilihan ketua baru. Sebelum pemilihan ketua
baru dilaksanakan sebagaimana kegiatan pemilihan ketua yang ada di lingkungan
Nahdlatul Ulama dalam berbagai tingkatan organisasinya tentu dibacakan dulu
Rancangan Tata Tertib Musyawarah sebagai aturan main. Dalam proses pembacaan Rancangan
Tata Tertib Musyawarah terdapat beberapa koreksi maupun masukan baik dari MWC
NU Babadan, Ancab Muslimat NU Babadan, dan Ancab Fatayat NU Babadan maupun dari
peserta. Setelah Tata Tertib disepakati kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan
ketua baru.
Foto: Tim AHWA didampingi MWC NU Babadan bermusyawarah menentukan Ra’is
Syuriah NU Ranting Sukosari
Prosesi pemilihan ketua NU Ranting Sukosari dimulai dengan pembentukan Tim AHWA
untuk memilih Ra’is Syuriah periode selanjutnya. Komposisi Tim AHWA ditentukan
oleh musyawirin dengan menuliskan tujuh nama tokoh yang dinilai ‘alim
dan dapat dipercaya. Dari seluruh nama pilihan musyawirin terkumpullah
tujuh nama tokoh yang memperoleh suara terbanyak—tujuh besar—yaitu: KH. Moh.
Zaini, KH. Muh. Muhyar, Dr. KH. Marwan Shalahudin, M.Ag., K. Sugito Hadi
Kuncoro, K. Suwito Anwar, BA, K. Imam Rohimin, dan Drs. Muhammad Ansori.
Setelah terbentuk, ketujuh anggota Tim AHWA tersebut melakukan musyawarah di
ruangan terpisah untuk memilih Ra’is Syuriah. Berdasarkan musyawarah yang
dilakukan oleh Tim AHWA tersebut nama yang terpilih sebagai Ra’is Syuriah
adalah nama lama yaitu Dr. KH. Marwan Shalahudin, M.Ag.. Kemudian anggota Tim AHWA
kembali ke lokasi musyawarah dan mengumumkan Ra’is Syuriah terpilih kepada musyawirin
untuk selanjutnya dilaksanakan prosesi pemilihan Ketua Tanfidziyah. Pemilihan
Ketua Tanfidziyah dipimpin oleh Ir. H. Rahmat Irianto selaku perwakilan dari
MWC NU Babadan. Sesuai dengan Tata Tertib Musyawarah, Ir. H. Rahmat Irianto
menyampaikan bahwa pemilihan Ketua Tanfidziyah akan dilakukan dengan cara
musyawarah mufakat, namun jika tidak ditemukan kata sepakat maka akan
dilaksanakan voting. Menanggapi hal tersebut musyawirin memilih untuk
melaksanakan pemilihan Ketua Tanfidyiyah dengan cara musyawarah mufakat dan
terpilihlah nama Drs. Muhammad Ansori yang juga merupakan nama lama.
Berdasarkan pilihan dari musyawirin, Ir. H. Rahmat Irianto menanyakan
kesanggupan dari Drs. Muhammad Ansori apakah sanggup ataukah tidak untuk
terpilih lagi sebagai Ketua Tanfidziyah NU Ranting Sukosari. Drs. Muhammad
Ansori menjawab insyaAllah sebagai tanggapannya. Maka terpilihlah Ketua
Tanfidziyah NU Ranting Sukosari untuk periode 2021-2026.
Foto: Bapak Suharto selaku Ketua Panitia mendampingi MWC NU Babadan dalam memimpin
Musyawarah yang dipandu oleh Ir. H. Rahmat Irianto
Setelah Ra’is Syuriah dan Ketua Tanfidziyah NU Ranting Sukosari terpilih dilanjutkan dengan pembentukan Tim Formatur yang nantinya akan menyusun formasi kepengurusan. Tim Formatur terdiri dari sembilan orang yang diambil dari perwakilan masing-masing dusun ditambah dengan satu pengurus lama serta Ra’is Syuriah dan Ketua Tanfidziyah terpilih. Pihak MWC NU Babadan berpesan kepada Tim Formatur untuk menyetorkan formasi kepengurusan baru NU Ranting Sukosari kepada Sekretaris MWC NU Babadan paling lambat tanggal 17 Oktober 2021. Nama-nama Tim Formatur yang telah terbentuk tersebut antara lain:
1. Ra’is Syuriah terpilih: Dr. KH. Marwan Shalahudin, M.Ag.
2. Ketua Tanfidziyah terpilih: Drs. Muhammad Ansori
3. Perwakilan pengurus lama: Bpk. Sugito Hadi Kuncoro
4. Krajan: Bpk. Suharto
5. Bangunsari: Bpk. Suwito Anwar, BA
6. Gelang: K. Imam Rohimin
7. Demung: Bpk. Juwarni
8. Danyang: Bpk. Dardiri
9. Tular: Bpk. Abu Bakar
Sementara itu, Muslimat NU Ranting Sukosari melaksanakan prosesi pemilihan
dengan cara akumulasi suara. Terdapat dua nama kandidat yang muncul pada
prosesi pemilihan ketua Muslimat NU Ranting Sukosari yaitu: Ibu Mamik Masruroh
yang memperoleh sebelas suara dan Ibu Sri Nuzuliah yang memperoleh sembilan
belas suara. Berdasarkan proses akumulasi suara yang telah dilaksanakan
tersebut akhirnya Ibu Sri Nuzuliah terpilih sebagai Ketua I Muslimat NU Ranting
Sukosari sementara Ibu Mamik Masruroh terpilih sebagai Ketia II Muslimat NU
Ranting Sukosari. Agenda selanjutnya yang akan diselenggarakan di lain waktu
setelah terpilihnya Ketua I dan II Muslimat NU Ranting Sukosari tersebut adalah
penyusunan Tim Formatur serta pembentukan formasi kepengurusan. Di ruangan yang
lain dan dalam waktu yang sama Fatayat NU Ranting Sukosari melaksanakan prosesi
pemilihan dengan cara musyawarah mufakat atau dikenal juga dengan istilah
aklamasi. Nama yang terpilih sebagai Ketua Fatayat NU Ranting Sukosari dalam
prosesi tersebut adalah Ning Lathoiful Isaroh yang merupakan putri dari KH.
Tsabit Imanana—Ketua Tanfidziyah NU Ranting Sukosari periode 1993-2003.
Foto: Konferensi Ranting Muslimat NU Sukosari
Foto: Rapat Anggota Ranting Fatayat NU Sukosari
Ide kegiatan Musyawarah Bersama tersebut muncul dari pertemuan rutin
pengurus NU Ranting Sukosari sekaligus Halal Bihalal pada tanggal 29 Juni 2021 yang
turut mengundang perwakilan dari masing-masing Banom. Dari pertemuan rutin
tersebut diputuskan bahwa NU, Muslimat, GP Ansor, serta Fatayat Ranting
Sukosari yang masa jabatannya telah dan akan habis pada waktu yang hampir
bersamaan memutuskan untuk melaksanakan Musyawarah Bersama pada tanggal 3
Oktober 2021. Bersamaan dengan itu disusunlah pula panitia Musyawarah Bersama
dengan Bapak Suharto yang berperan sebagai ketua panitia, Sdr. Gilang Wahyu
Priatmojo sebagai sekretaris, Ibu Sri Nuzuliah sebagai bendahara, dan Sdr. Heri
sebagai Humas.
Sesuai hasil pertemuan tersebut pada akhirnya NU, Muslimat, dan Fatayat
Ranting Sukosari saja yang melaksanakan kegiatan Musyawarah Bersama. GP Ansor
Ranting Sukosari tidak jadi terlibat sebagai peserta Musyawarah Bersama
tersebut karena ada intruksi dari PAC GP Ansor Babadan agar setiap kepengurusan
Ranting GP Ansor yang masa jabatannya telah habis untuk segera melaksanakan
Rapat Anggota. Namun GP Ansor Ranting Sukosari beserta jajaran Bansernya juga
turut terlibat dalam menyukseskan kegiatan Musyawarah Bersama tersebut—termasuk
IPNU dan IPPNU Ranting Sukosari. Sehingga dapat dikatakan bahwa meskipun
peserta kegiatan tersebut hanya dari NU, Muslimat, dan Fatayat Ranting Sukosari
namun ketiga Banom yang lain juga turut berpartisipasi sebagai pendukung acara.
Persiapan acara telah dilaksanakan oleh seluruh komponen NU Ranting Sukosari
beserta Banom sejak beberapa waktu sebelum kegaitan tersebut dilaksanakan.
Foto: Rapat Anggota GP Ansor Ranting Sukosari
Di lokasi terpisah yaitu di Musholla Al-Hikmah Mojododol GP Ansor Ranting
Sukosari sebagaimana dijelaskan sebelumnya juga telah melaksanakan Rapat Anggota. Kegaiatan
tersebut dilaksanakan beberapa minggu sebelum kegiatan Musyawarah Bersama
terlaksana yaitu pada hari Minggu, 12 September 2021 pada pukul 19.26-Selesai.
Dari Rapat Anggota tersebut terpilihlah nama Sahabat Khusnul Khabib sebagai Ketua
PR GP Ansor Sukosari yang sebelumnya telah bertugas sebagai Pelaksana Jabatan
(PJ.) Ketua GP Ansor Ranting Sukosari melanjutkan peran dari Sahabat Fuad Ali
Muntaha sebagai Ketua GP Ansor Ranting Sukosari periode 2020-2021 yang
kebetulan ditarik ke dalam kepengurusan PAC GP Ansor Babadan. Selain itu Sahabat
Achmad Rizal Taufiqi juga terpilih sebagai Sekretaris, Sahabat Endik Harmanto
sebagai Bendahara, Sahabat Syukri Zamroni sebagai Kasatkorkel, dan Sahabat
Rizqiya D.K. sebagai Ketua MDS Rijalul Ansor.
Dengan terpilihnya pengurus baru serta selesainya rangkaian acara
Musyawarah Bersama tersebut ada harapan yang disampaikan oleh KH. Abdurrohim,
M.Pd.I. selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Babadan saat membuka acara. Harapannya
adalah agar organisasi dapat semakin maju dan bisa saling bersinergi antara NU
Ranting Sukosari beserta seluruh Banom yang ada.
Komentar
Posting Komentar