Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

NAHDLATUL ULAMA: DINAMIKA IDEOLOGI DAN POLITIK KENEGARAAN

Gambar
Sinopsis NU telah mengalami dinamika yang begitu besar sejak berdirinya tahun 1926. Namun, dalam konteks kenegaraan dan kebangsaan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu tetap konsisten mempertahankan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. NU berhasil mendefinisikan Islam dalam konteks kebangsaan sesuai dengan paham Ahlussunnah Wal Jamaah . Namun, NU sedang menghadapi persoalan serius dalam kehidupan sosial, keagamaan dan politik. Godaan politik praktis membayangi para elitnya. Apakah benar peran politik NU dapat membahayakan organisasi itu beberapa dekade ke depan? Melalui muktamar tahun 2010, NU berusaha melakukan refleksi atas peran yang telah dimainkan selama lima tahun sebelumnya dan mengagendakan perbaikan umat (kader dan jemaah) dalam konteks kebangsaan. NU mesti menegaskan eksistensi dirinya sebagai organisasi sosial-keagamaan yang tidak berpolitik praktis serta mampu merawat jemaahnya yang akan menentukan keberhasilan NU. Daftar Isi Pengantar Editor Bab 1 Nahdlatul Ulama dalam Kepu...

PERSEPSIKU TENTANG GUS DUR

Gus Dur lahir di lingkungan keluarga pesantren dengan nuansa kehidupan ala santri yang kental dan kemudian menjalani kehidupan berikutnya di berbagai lingkungan yang ditemuinya. Sebenarnya Gus Dur secara sengaja maupun tidak sudah berada di lingkungan pergaulan yang luas sejak kecil karena bapaknya yaitu KH. Wahid Hasyim merupakan salah satu pejabat negara pada masanya. Hal itu membuat Gus Dur menjadi terbiasa berinteraksi atau paling tidak sudah pernah berada di lingkungan yang berbeda dengan lingkungan keluarga dimana dia dilahirkan. Tidak hanya pejabat biasa namun KH. Wahid Hasyim merupakan pejabat yang sejak berdirinya negara sudah terlibat dalam pemerintahan bahkan terlibat dalam proses pembentukan negara. Selain itu Gus Dur juga merupakan cucu dari KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri ormas Islam terbesar yaitu Nahdlatul Ulama. Tempat dimana Gus Dur kelak juga turut mengabdikan sebagian pikiran dan tenaganya. KH. Hasyim Asy’ari seorang Kyai pesantren yang menuntut ilmu di be...